<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>angop</title>
	<atom:link href="http://ariyabayu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ariyabayu.wordpress.com</link>
	<description>catatan tangi turu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Aug 2011 14:40:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ariyabayu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>angop</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ariyabayu.wordpress.com/osd.xml" title="angop" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ariyabayu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (1)</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-1/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangkit]]></category>
		<category><![CDATA[PLTD]]></category>
		<category><![CDATA[PLTG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-1/</guid>
		<description><![CDATA[[ Jawapos, Selasa, 17 November 2009 ] Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (1) Cari Payung yang Berhemat Rp 10 Triliun Per Tahun DIREKTUR utama PLN harus melakukan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=213&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[ Jawapos, Selasa, 17 November 2009 ]<br />
Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (1)<br />
Cari Payung yang Berhemat Rp 10 Triliun Per Tahun</p>
<p>DIREKTUR utama PLN harus melakukan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak akan bisa melakukan ini.</p>
<p>Bayangkan. PLN memiliki banyak sekali pembangkit listrik raksasa yang mestinya dijalankan dengan gas, kini harus diberi makan solar. PLTG &#8220;salah makan&#8221; ini meliputi sekitar 5.000 MW! Yang 740 MW dua buah ada di dekat Jakarta. Yang 1.000 MW ada di Gresik. Yang 750 MW ada di Pasuruan. Dan di beberapa tempat lagi di Jawa ini.</p>
<p>PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) itu tentu didesain untuk diberi &#8220;makan&#8221; gas. Namun, PLN tidak bisa mendapatkan gas. Bukankah negeri ini punya banyak gas? Juga dikenal sebagai pengekspor gas? Ya. Itu benar. Tapi, untuk PLN terlalu banyak persoalannya. Kalau saya uraikan di sini bisa menghabiskan seluruh halaman surat kabar ini.</p>
<p>Yang jelas, akibat tidak bisa mendapatkan gas, PLTG-PLTG tersebut diberi makan solar. Memang desain mesinnya memungkinkan untuk itu, meski kapasitasnya berkurang sampai 15 persen. Maka PLTG itu sudah sepantasnya kini disebut PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Solar).</p>
<p>PLTG &#8220;salah makan&#8221; inilah salah satu penyebab utama kesulitan PLN dan sekaligus kesulitan menteri keuangan. PLTG &#8220;salah makan&#8221; inilah yang menjadi salah satu penyebab direksi PLN beserta seluruh staf dan karyawannya telah menjadi bangsa pengemis. Tiap bulan PLN harus mengemis ke menteri keuangan untuk bisa mendapatkan subsidi. Pada 2008 saja, subsidi itu mencapai Rp 60 triliun setahun. Baca: Rp 60.000.000.000.000.</p>
<p>Mengapa?</p>
<p>Kalau saja PLN bisa mendapatkan gas, biaya produksi listriknya bisa lebih murah. Tinggal hampir separonya. Harga gas kini sekitar USD 7 dolar/ton ekuivalen. Padahal, harga solar USD 16 dolar/ton ekuivalen.</p>
<p>Solar itulah &#8220;makanan&#8221; PLTG yang harganya lebih mahal, tapi rasanya lebih pahit. Kapasitas PLTG-nya turun 15 persen. Dengan menggunakan solar itu, asapnya begitu hitam. Kalau saja Anda melewati tol dari Bandara Cengkareng ke arah Tanjung Priok (Jakarta), menengoklah ke utara. Anda akan melihat di arah pantai dekat Ancol sana banyak cerobong yang mengeluarkan asap hitam. Itulah bukti nyata kasus PLTG &#8220;salah makan&#8221;. Cerobong yang mengeluarkan asap hitam itu pertanda PLTG tersebut lagi diberi makanan yang salah dan karena itu kentutnya yang mestinya tidak kelihatan menjadi jelas berwarna hitam.</p>
<p>Kalau saja 5.000 MW PLTG &#8220;salah makan&#8221; tersebut diberi makanan yang benar, PLN akan menghemat sedikitnya Rp 10 triliun. Itu per tahun! Pasti menteri keuangan yang cantik itu akan kelihatan semakin cantik karena mulai bisa tersenyum. Sang menteri barangkali selama ini kesal juga karena setiap bulan harus melayani pengemis subsidi dengan nilai yang begitu menggemaskan.</p>
<p>Ada lagi yang lebih menggemaskan. Sebagai orang swasta yang kalau melakukan investasi menggunakan 10 kalkulator (agar bisa berhemat), saya sangat gemas akan keputusan investasi seperti itu di masa lalu. Untuk investasi 5.000 MW PLTG &#8220;salah makan&#8221; tersebut, menurut perkiraan saya, telah menghabiskan uang sekitar Rp 100 triliun. Mayoritas dilakukan waktu Orde Baru.</p>
<p>Anehnya, masih juga diizinkan pembangunan PLTG baru 740 MW di dekat Jakarta. PLTG ini memang milik swasta. Tidak memberatkan keuangan PLN. Tapi, ketika mulai membangun dulu, si swasta minta jaminan pemerintah bahwa pemerintah pasti bisa memberikan gas kepadanya.</p>
<p>PLTG baru itu akhirnya selesai dibangun. Masih gres. Baru sekitar dua bulan lalu selesai dan mulai beroperasi. PLTG ini memerlukan gas kira-kira 230 MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Seperti sudah bisa diduga, pemerintah tidak bisa menyediakan gas dari sumber yang baru untuk memenuhi janjinya itu.</p>
<p>Akibatnya, sangat parah. Baik secara fisik maupun secara akal sehat. Pemerintah dengan mudah memutuskan mengalihkan gas yang selama ini untuk jatah PLTG milik PLN ke PLTG baru milik swasta itu. Agar janjinya kepada swasta asing terpenuhi. Saya tidak sampai hati menuliskan akibat fisik yang ditimbulkan oleh kebijaksanaan ini.</p>
<p>Lalu, bagaimana bisa mengatasi persoalan PLTG &#8220;salah makan&#8221; ini? Mengapa membangun PLTG kalau sudah tahu tidak akan bisa mendapatkan gas? Mengapa membangun PLTG kalau setelah dijalankan mengakibatkan PLN/negara harus menderita kerugian Rp 10 triliun/tahun?</p>
<p>Dirut PLN harus mengubah itu semua. Tapi, Dirut PLN, yang sekarang maupun yang akan datang, tidak akan mampu mengubahnya. Kecuali diberi payung hukum untuk boleh mengatasinya. Inilah payung yang sekali diberikan bisa menghasilkan penghematan Rp 10 triliun per tahun.</p>
<p>Payung, begitu sederhana barangnya. Puluhan triliun rupiah manfaatnya. (bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=213&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (2-Habis)</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-2-habis/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangkit]]></category>
		<category><![CDATA[PLTD]]></category>
		<category><![CDATA[PLTG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-2-habis/</guid>
		<description><![CDATA[[Jawapos, Rabu, 18 November 2009 ] Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (2-Habis) Pilihan Realistis atau Yang Radikal PERTANYAAN: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas? Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5.000 MW, harus diberi &#8220;minum&#8221; solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun? Urusan ini rumitnya bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=212&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[Jawapos,  Rabu, 18 November 2009 ]<br />
Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (2-Habis)<br />
Pilihan Realistis atau Yang Radikal</p>
<p>PERTANYAAN: Indonesia begitu kaya gas. Mengapa PLN sampai tidak bisa mendapatkan gas? Sehingga sebagian pembangkitnya, sekitar 5.000 MW, harus diberi &#8220;minum&#8221; solar yang dalam setahun menghabiskan uang PLN Rp 80 triliun?</p>
<p>Urusan ini rumitnya bukan main. Memang yang berhak mengatur perdagangan gas adalah pemerintah. Mestinya pemerintah bisa mengaturnya lebih baik. Tapi, saya masih belum tahu siapa yang disebut pemerintah itu. Yang jelas, pemilik-pemilik ladang gas adalah perusahaan swasta. Asing maupun domestik.</p>
<p>Para pemilik ladang gas tentu ingin menjual gasnya dengan harga terbaik. Sebab, investasi untuk menemukan ladang gas tidak sedikit. Maka, PLN harus bersaing dengan pembeli-pembeli lain: pedagang luar negeri maupun pedagang dalam negeri, seperti Perusahaan Gas Negara (PGN).</p>
<p>Keinginan lain para pemilik ladang gas adalah ini: pembeli harus mengambil semua gas yang dihasilkan suatu sumur, berapa pun jumlahnya. Di sini PLN ditakdirkan kurang bisa fleksibel. Sebuah pembangkit listrik tentu sudah didesain memerlukan gas sekian MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Sedangkan produksi sebuah sumur gas kadang kurang dari kebutuhan itu dan kadang sedikit kelebihan.</p>
<p>Dalam hal produksi sebuah sumur gas kelebihan, katakanlah 15 persen, dari kebutuhan sebuah pembangkit listrik, dilema muncul: dibeli semua PLN rugi, tidak dibeli semua pemilik sumur gas rugi.</p>
<p>Maka, mestinya, tidak ada jalan lain kecuali ada kerja sama yang sangat khusus antara PLN dan PGN. Kalau PLN mendapatkan sumur gas yang produksinya kelebihan, kelebihan itu bisa disalurkan ke PGN. Sebaliknya, kalau produksi sebuah sumur gas kurang dari jumlah yang diinginkan PLN, PGN yang harus menambahnya.</p>
<p>Sampai sekarang kerja sama seperti itu rasanya belum ada. Egoisme setiap perusahaan masih sangat menonjol. Padahal, dua-duanya milik pemerintah.</p>
<p>Memang itu saja belum cukup. PGN juga sebuah perusahaan yang harus berlaba. Apalagi, sekarang sudah menjadi perusahaan publik. PGN sendiri kekurangan gas untuk melayani pelanggannya. Baik pelanggan rumahan dan terutama pelanggan industri. Maka, terjadilah persaingan ketat antara PLN dan PGN sebagai sama-sama pembeli gas dari ladang migas. Persaingan ini yang sampai sekarang belum mendapatkan jalan keluar.</p>
<p>Tentu ada yang berdoa agar kedua perusahaan itu jangan cepat-cepat rukun. Para pedagang solar (di dalam maupun di luar negeri) yang setiap tahun mengeruk uang PLN sampai Rp 80 triliun akan kehilangan bisnis yang mengilap dari pedagangan solar. Bahwa itu membuat PLN dan pemerintah sulit, yang kurang pintar kan PLN dan pemerintah sendiri.</p>
<p>Tentu ide yang paling realistis adalah membangun LNG-gasifikasi terminal. PLN atau investor yang bekerja sama dengan PLN diminta membangun terminal LNG-gasifikasi. PLN atau investor bisa membeli LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dari mana saja dalam jumlah yang pas untuk kepentingan PLN. Bisa dari Tangguh di Papua, bisa dari Senoro di Luwuk (Sulteng) bisa juga dari Qatar atau Iran. Atau dari tempat lainnya.</p>
<p>LNG itulah yang kemudian diubah menjadi gas di sebuah terminal LNG-gasifikasi. Terminal ini bisa dibangun di sekitar Cilegon. Bahkan, sudah pula ada teknolgi baru: terminalnya dibuat terapung di lepas pantai Jakarta. Agar dekat dengan &#8220;PLTG salah makan&#8221; yang sekarang membuat masalah itu.</p>
<p>Saya tidak melihat jalan lain. Hanya dua itulah jalan keluarnya: kerja sama yang baik dengan PGN atau membangun terminal LNG-gasifikasi. Yang pertama harus difasilitasi pemerintah dan yang kedua harus difasilitasi pemerintah.</p>
<p>Memang masih ada jalan lain. Tapi, terlalu radikal. Lelang saja PLTG-PLTG itu! Daripada bikin penyakit yang mengisap darah keuangan pemerintah. Hasil lelang barang bekas itu untuk dibelikan PLTU bekas yang direkondisi seperti baru.</p>
<p>Jalan &#8220;gila&#8221; itu bisa menyelamatkan uang negara setidak-tidaknya Rp 10 triliun/setahun. Baca: 10.000.000.000.000/setahun. Kalau saja di swasta dan saya yang menjadi pemiliknya, saya akan lakukan yang terakhir ini.</p>
<p>Masih ada penghematan lain yang juga triliunan rupiah. Tapi, dua seri tulisan ini saja sudah bisa menggambarkan mengapa PLN mengalami kesulitan selama ini. Dan mengapa sulit pula dipecahkan. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=212&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/26/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221;</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/17/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/17/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 15:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngelindur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/17/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan/</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 17 November 2009 ] Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (1) Cari Payung yang Berhemat Rp 10 Triliun Per Tahun DIREKTUR utama PLN harus melakukan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=211&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> [ Selasa, 17 November 2009 ]<br />
Dahlan Iskan: Dampak Pembangkit Listrik yang &#8220;Salah Makan&#8221; (1)<br />
Cari Payung yang Berhemat Rp 10 Triliun Per Tahun</p>
<p>DIREKTUR utama PLN harus melakukan ini. Terutama kalau semua orang menghendaki kelistrikan Indonesia bisa baik. Tapi, semua direktur utama PLN, baik yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang tidak akan bisa melakukan ini.</p>
<p>Bayangkan. PLN memiliki banyak sekali pembangkit listrik raksasa yang mestinya dijalankan dengan gas, kini harus diberi makan solar. PLTG &#8220;salah makan&#8221; ini meliputi sekitar 5.000 MW! Yang 740 MW dua buah ada di dekat Jakarta. Yang 1.000 MW ada di Gresik. Yang 750 MW ada di Pasuruan. Dan di beberapa tempat lagi di Jawa ini.</p>
<p>PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) itu tentu didesain untuk diberi &#8220;makan&#8221; gas. Namun, PLN tidak bisa mendapatkan gas. Bukankah negeri ini punya banyak gas? Juga dikenal sebagai pengekspor gas? Ya. Itu benar. Tapi, untuk PLN terlalu banyak persoalannya. Kalau saya uraikan di sini bisa menghabiskan seluruh halaman surat kabar ini.</p>
<p>Yang jelas, akibat tidak bisa mendapatkan gas, PLTG-PLTG tersebut diberi makan solar. Memang desain mesinnya memungkinkan untuk itu, meski kapasitasnya berkurang sampai 15 persen. Maka PLTG itu sudah sepantasnya kini disebut PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Solar).</p>
<p>PLTG &#8220;salah makan&#8221; inilah salah satu penyebab utama kesulitan PLN dan sekaligus kesulitan menteri keuangan. PLTG &#8220;salah makan&#8221; inilah yang menjadi salah satu penyebab direksi PLN beserta seluruh staf dan karyawannya telah menjadi bangsa pengemis. Tiap bulan PLN harus mengemis ke menteri keuangan untuk bisa mendapatkan subsidi. Pada 2008 saja, subsidi itu mencapai Rp 60 triliun setahun. Baca: Rp 60.000.000.000.000.</p>
<p>Mengapa?</p>
<p>Kalau saja PLN bisa mendapatkan gas, biaya produksi listriknya bisa lebih murah. Tinggal hampir separonya. Harga gas kini sekitar USD 7 dolar/ton ekuivalen. Padahal, harga solar USD 16 dolar/ton ekuivalen.</p>
<p>Solar itulah &#8220;makanan&#8221; PLTG yang harganya lebih mahal, tapi rasanya lebih pahit. Kapasitas PLTG-nya turun 15 persen. Dengan menggunakan solar itu, asapnya begitu hitam. Kalau saja Anda melewati tol dari Bandara Cengkareng ke arah Tanjung Priok (Jakarta), menengoklah ke utara. Anda akan melihat di arah pantai dekat Ancol sana banyak cerobong yang mengeluarkan asap hitam. Itulah bukti nyata kasus PLTG &#8220;salah makan&#8221;. Cerobong yang mengeluarkan asap hitam itu pertanda PLTG tersebut lagi diberi makanan yang salah dan karena itu kentutnya yang mestinya tidak kelihatan menjadi jelas berwarna hitam.</p>
<p>Kalau saja 5.000 MW PLTG &#8220;salah makan&#8221; tersebut diberi makanan yang benar, PLN akan menghemat sedikitnya Rp 10 triliun. Itu per tahun! Pasti menteri keuangan yang cantik itu akan kelihatan semakin cantik karena mulai bisa tersenyum. Sang menteri barangkali selama ini kesal juga karena setiap bulan harus melayani pengemis subsidi dengan nilai yang begitu menggemaskan.</p>
<p>Ada lagi yang lebih menggemaskan. Sebagai orang swasta yang kalau melakukan investasi menggunakan 10 kalkulator (agar bisa berhemat), saya sangat gemas akan keputusan investasi seperti itu di masa lalu. Untuk investasi 5.000 MW PLTG &#8220;salah makan&#8221; tersebut, menurut perkiraan saya, telah menghabiskan uang sekitar Rp 100 triliun. Mayoritas dilakukan waktu Orde Baru.</p>
<p>Anehnya, masih juga diizinkan pembangunan PLTG baru 740 MW di dekat Jakarta. PLTG ini memang milik swasta. Tidak memberatkan keuangan PLN. Tapi, ketika mulai membangun dulu, si swasta minta jaminan pemerintah bahwa pemerintah pasti bisa memberikan gas kepadanya.</p>
<p>PLTG baru itu akhirnya selesai dibangun. Masih gres. Baru sekitar dua bulan lalu selesai dan mulai beroperasi. PLTG ini memerlukan gas kira-kira 230 MMBTU (Million Metric British Thermal Unit). Seperti sudah bisa diduga, pemerintah tidak bisa menyediakan gas dari sumber yang baru untuk memenuhi janjinya itu.</p>
<p>Akibatnya, sangat parah. Baik secara fisik maupun secara akal sehat. Pemerintah dengan mudah memutuskan mengalihkan gas yang selama ini untuk jatah PLTG milik PLN ke PLTG baru milik swasta itu. Agar janjinya kepada swasta asing terpenuhi. Saya tidak sampai hati menuliskan akibat fisik yang ditimbulkan oleh kebijaksanaan ini.</p>
<p>Lalu, bagaimana bisa mengatasi persoalan PLTG &#8220;salah makan&#8221; ini? Mengapa membangun PLTG kalau sudah tahu tidak akan bisa mendapatkan gas? Mengapa membangun PLTG kalau setelah dijalankan mengakibatkan PLN/negara harus menderita kerugian Rp 10 triliun/tahun?</p>
<p>Dirut PLN harus mengubah itu semua. Tapi, Dirut PLN, yang sekarang maupun yang akan datang, tidak akan mampu mengubahnya. Kecuali diberi payung hukum untuk boleh mengatasinya. Inilah payung yang sekali diberikan bisa menghasilkan penghematan Rp 10 triliun per tahun.</p>
<p>Payung, begitu sederhana barangnya. Puluhan triliun rupiah manfaatnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=211&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/11/17/dahlan-iskan-dampak-pembangkit-listrik-yang-salah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Kejadian Gempa Besar INDONESIA</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/10/06/catatan-kejadian-gempa-besar-indonesia/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/10/06/catatan-kejadian-gempa-besar-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 01:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gempa Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Kejadian Gempa Besar di INDONESIA 1917 01 20 &#8211; Bali, Indonesia Fatalities 1,500 1938 02 01 &#8211; Banda Sea, Indonesia &#8211; M 8.5 1965 01 24 &#8211; Sanana, Indonesia (Ceram Sea) &#8211; M 7.6 Fatalities 71 1976 06 25 &#8211; Papua, Indonesia &#8211; M 7.1 Fatalities 5,000 1992 12 12 &#8211; Flores Region, Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=190&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Catatan Kejadian Gempa Besar di INDONESIA</h3>
<ul>
<li> 1917 01 20 &#8211; Bali, Indonesia <span style="color:#663300;">Fatalities 1,500</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/regional/world/events/1938_02_01.php">1938 02 01 &#8211; Banda Sea, Indonesia &#8211; M 8.5</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/regional/world/events/1965_01_24.php">1965 01 24 &#8211; Sanana, Indonesia (Ceram Sea) &#8211; M 7.6</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 71</span></li>
<li> 1976 06 25 &#8211; Papua, Indonesia &#8211; M 7.1 <span style="color:#663300;">Fatalities 5,000</span></li>
<li> 1992 12 12 &#8211; Flores Region, Indonesia &#8211; M 7.8 <span style="color:#663300;">Fatalities 2,500</span></li>
<li> <a href="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2000/eq_000604/">2000 06 04 &#8211; Southern Sumatera, Indonesia &#8211; M 7.9</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 103</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2002/uskcbd/">2002 10 10 &#8211; Irian Jaya, Indonesia &#8211; M 7.6</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 8</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2002/uslaag/">2002 11 02 &#8211; Northern Sumatera, Indonesia &#8211; M 7.4</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 3</span></li>
<li> <a href="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2003/eq_030526_1923/">2003 05 26 &#8211; Halmahera, Indonesia &#8211; M 7.0</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 1</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2004/useebj/">2004 01 28 &#8211; Seram, Indonesia &#8211; M 6.7</a></li>
<li> 2004 02 05 &#8211; Irian Jaya, Indonesia &#8211; M 7.0 <span style="color:#663300;">Fatalities 37</span></li>
<li> 2004 02 07 &#8211; Irian Jaya, Indonesia &#8211; M 7.3</li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2004/uslial/">2004 07 25 &#8211; Southern Sumatra, Indonesia &#8211; M 7.3</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2004/usqsci/">2004 11 11 &#8211; Kepulauan Alor, Indonesia &#8211; M 7.5</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 34</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2004/usrhah/">2004 11 26 &#8211; Papua, Indonesia &#8211; M 7.1</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 32</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2004/usslav/">2004 12 26 &#8211; Sumatra-Andaman Islands &#8211; M 9.1</a> <a href="http://earthquake.usgs.gov/regional/world/most_destructive.php"><span style="color:#663300;">Fatalities 227,898</span></a></li>
<li> <a href="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2005/eq_050101/">2005 01 01 &#8211; Off the West Coast of Northern Sumatra &#8211; M 6.7</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usurbm/">2005 02 19 &#8211; Sulawesi, Indonesia &#8211; M 6.5</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usuzaq/">2005 02 26 &#8211; Simeulue, Indonesia &#8211; M 6.8</a></li>
<li> <a href="http://neic.usgs.gov/neis/eq_depot/2005/eq_050302/">2005 03 02 &#8211; Banda Sea &#8211; M 7.1</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usweax/">2005 03 28 &#8211; Northern Sumatra, Indonesia &#8211; M 8.6</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 1,313</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/uswsap/">2005 04 10 &#8211; Kepulauan Mentawai Region, Indonesia &#8211; M 6.7</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usybai/">2005 05 14 &#8211; Nias Region, Indonesia &#8211; M 6.7</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usygam/">2005 05 19 &#8211; Nias Region, Indonesia &#8211; M 6.9</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usadab/">2005 07 05 &#8211; Nias Region, Indonesia &#8211; M 6.7</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2005/usfqap/">2005 11 19 &#8211; Simeulue, Indonesia &#8211; M 6.5</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usika7/">2006 01 27 &#8211; Banda Sea &#8211; M 7.6</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/uskgap/">2006 03 14 &#8211; Seram, Indonesia &#8211; M 6.7</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 4</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usmuaw/">2006 05 16 &#8211; Nias Region, Indonesia &#8211; M 6.8</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usneb6/">2006 05 26 &#8211; Java, Indonesia &#8211; M 6.3</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 5,749</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2006/usqgaf/">2006 07 17 &#8211; South of Java, Indonesia &#8211; M 7.7</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 730</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007xvam/">2007 01 21 &#8211; Molucca Sea &#8211; M 7.5</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 4</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007zpah/">2007 03 06 &#8211; Southern Sumatra, Indonesia &#8211; M 6.4</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 67</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007fgaq/">2007 07 26 &#8211; Molucca Sea &#8211; M 6.9</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007fubd/">2007 08 08 &#8211; Java, Indonesia &#8211; M 7.5</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007hear/">2007 09 12 &#8211; Southern Sumatra, Indonesia &#8211; M 8.5</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 25</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007hec6/">2007 09 12 &#8211; Kepulauan Mentawai region, Indonesia &#8211; M 7.9</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007hmas/">2007 09 20 &#8211; Southern Sumatra, Indonesia &#8211; M 6.7</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007iwca/">2007 10 24 &#8211; Southern Sumatra, Indonesia &#8211; M 6.8</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2007/us2007kda6/">2007 11 25 &#8211; Sumbawa Region, Indonesia &#8211; M 6.5</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 3</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2008/us2008nran/">2008 02 20 &#8211; Simeulue, Indonesia &#8211; M 7.4</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 3</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2008/us2008nwbg/">2008 02 25 &#8211; Kepulauan Mentawai region, Indonesia &#8211; M 7.2</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2008/us2008zlbn/">2008 11 16 &#8211; Minahasa, Sulawesi, Indonesia &#8211; M 7.4</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 6</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2009/us2009bjbn/">2009 01 03 &#8211; Near the North Coast of Papua, Indonesia &#8211; M 7.6</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 5</span></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2009/us2009bjca/">2009 01 03 &#8211; Near the North Coast of Papua, Indonesia &#8211; M 7.4</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2009/us2009cybb/">2009 02 11 &#8211; Kepulauan Talaud, Indonesia &#8211; M 7.2</a></li>
<li> <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/eqinthenews/2009/us2009lbat/">2009 09 02 &#8211; Java, Indonesia &#8211; M 7.0</a> <span style="color:#663300;">Fatalities 72</span></li>
</ul>
<p>ref.:</p>
<p>http://earthquake.usgs.gov/regional/world/historical_country.php#indonesia</p>
<p>______________</p>
<p>Plug-in Firefox (Earth Quake Alert REAL TIME)  :</p>
<p>download  <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2239/" target="_blank">eQuake Alert</a> (3.5.0) di https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2239/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=190&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/10/06/catatan-kejadian-gempa-besar-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Engkau Bersembahyang Emha Ainun Najib-1987</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/08/01/ketika-engkau-bersembahyang-emha-ainun-najib-1987/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/08/01/ketika-engkau-bersembahyang-emha-ainun-najib-1987/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 09:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngelindur]]></category>
		<category><![CDATA[Emha Ainun Najib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/2009/08/01/ketika-engkau-bersembahyang-emha-ainun-najib-1987/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Engkau Bersembahyang Emha Ainun Najib-1987 Ketika engkau bersembahyang Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan Partikel udara dan ruang hampa bergetar Bersama-sama mengucapkan allahu akbar Bacaan Al-Fatihah dan surah Membuat kegelapan terbuka matanya Setiap doa dan pernyataan pasrah Membentangkan jembatan cahaya Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri Kemudian mim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=184&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Engkau Bersembahyang<br />
Emha Ainun Najib-1987</p>
<p>Ketika engkau bersembahyang<br />
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan<br />
Partikel udara dan ruang hampa bergetar<br />
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar</p>
<p>Bacaan Al-Fatihah dan surah<br />
Membuat kegelapan terbuka matanya<br />
Setiap doa dan pernyataan pasrah<br />
Membentangkan jembatan cahaya</p>
<p>Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi<br />
Ruku’ lam badanmu memandangi asal-usul diri<br />
Kemudian mim sujudmu menangis<br />
Di dalam cinta Allah hati gerimis</p>
<p>Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup<br />
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup<br />
Ilmu dan peradaban takkan sampai<br />
Kepada asal mula setiap jiwa kembali</p>
<p>Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri<br />
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali<br />
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira<br />
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya</p>
<p>Sembahyang di atas sajadah cahaya<br />
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia<br />
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya<br />
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun</p>
<p>Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah<br />
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika<br />
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang<br />
Dadamu mencakrawala, seluas ‘arasy sembilan puluh sembilan</p>
<p>1987</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=184&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/08/01/ketika-engkau-bersembahyang-emha-ainun-najib-1987/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Kiai Luqni</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/20/nasihat-kiai-luqni/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/20/nasihat-kiai-luqni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 13:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mustofa Bisri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Nasihat Kiai Luqni Cerpen A Mustofa Bisri Dimuat di Jawa Pos 11/12/2006 Berbeda dengan acara pengajian yang lain, pengajian dalam rangka haul, pengunjungnya jauh lebih banyak. Haul &#8211;berbeda dengan mauludan yang merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad&#8211; adalah peringatan hari wafat. Biasanya yang di-haul-i adalah kiai besar. Tapi sekarang setiap rang bisa dihauli, tergantung keluarganya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=174&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasihat Kiai Luqni</p>
<p>Cerpen A Mustofa Bisri<br />
Dimuat di Jawa Pos<br />
11/12/2006</p>
<p>Berbeda dengan acara pengajian yang lain, pengajian dalam rangka haul, pengunjungnya jauh lebih banyak. Haul &#8211;berbeda dengan mauludan yang merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad&#8211; adalah peringatan hari wafat. Biasanya yang di-haul-i adalah kiai besar. Tapi sekarang setiap rang bisa dihauli, tergantung keluarganya.  Apabila keluarga seseorang yang sudah meninggal menghendaki dan mempunyai cukup biaya untuk mengadakan peringatan haul, sekarang ini bisa-bisa saja mengadakannya. Bedanya dengan haul kiai besar, haul keluarga ini segala sesuatunya hanya ditanggung dan ditangani oleh keluarga yang bersangkutan itu sendiri. Sementara haul kiai besar lazimnya diselenggarakan oleh masyarakat. Panitianya juga dibentuk oleh dan dari masyarakat. Keluarga kiai yang dihauli biasanya hanya didudukkan sebagai penasihat panitia.  Tradisi haul dengan pengajian besar-besaran semula dimaksudkan ?sebagaimana mauludan&#8211; untuk mengenang jasa dan menuturkan sejarah kiai yang dihauli dengan tujuan agar diteladani oleh masyarakat.  Malam itu saya diundang pengajian haul kiai besar di daerah P. Saya datang tidak hanya karena saya mengenal Kiai Akrom yang dihauli sebagai tokoh yang dicintai masyarakat pada masa hidupnya, tapi juga ingin mendengarkan ceramah Kiai Luqni, seorang mubalig kondang yang berbeda dengan kebanyakan mubalig lain.  Kiai Luqni suaranya empuk, bicaranya sejuk. Tidak berkobar-kobar. Bila membaca ayat-ayat Quran selalu dilagukan dengan merdu. Ceramahnya mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat, baik yang terpelajar maupun yang awam. Kadang-kadang bicaranya diselingi dengan humor-humor segar yang tidak vulgar. Lebih dari itu; Kiai Luqni dalam ceramahnya, tidak pernah mengecam, menuding, atau apalagi mencaci orang. Tidak pernah menggurui, apalagi bersikap seolah-olah penguasa agama yang paling tahu kehendak Tuhan.  Di majelis haul, ribuan hadirin mengelu-elukan kedatangan da?I kecintaan mereka, Kiai Luqni. Mereka yang dekat dari tempat Kiai Luqni berjalan menuju ke rumah keluarga Kiai Akrom yang dihauli, berhamburan menyambut dan menciumi tangannya. Sementara yang jauh pada melambaikan tangan. Dengan tersenyum, Kiai Luqni membalas sambutan itu dengan wajah berseri-seri tanpa kesan bangga.  ***  ??Acara berikutnya ialah acara inti,?? terdengar suara pembawa acara di pengeras suara, ??acara yang kita nanti-nantikan: mau?izhah hasanah dan tausiah dari almukarram Bapak Kiai Haji Luqni. Waktu dan tempat kami persilakan secukupnya!??  Kiai Luqni pun dengan tenang dan anggun naik ke panggung diiringi selawat hadirin dan hadirat. Kiai Luqni sendiri ikut membaca salawat sebelum kemudian duduk di kursi yang sudah disiapkan. Lalu menyampaikan salam. Sekalian hadirin seketika menyambut salam dengan gegap gempita; kemudian diam dan dengan tenang menyimak.  Dengan gamblang, Kiai Luqni menerangkan hikmahnya diadakan peringatan haul.  ??Para hadirin, haul itu kebalikan dari peringatan maulid. Kalau peringatan maulid adalah peringatan kelahiran. Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Sedangkan haul merupakan peringatan kematian; biasanya memperingati wafatnya kiai yang meneruskan perjuangan Kanjeng Nabi seperti haul Kiai Akrom sekarang ini.??  ??Ini adalah haul Kiai Akrom yang ke-13. Berarti sudah 13 tahun Kiai Akrom wafat. Sudah 13 tahun kita ditinggalkannya. Tapi, lihatlah, selama itu kita yang sekian banyak ini masih terus mengenang dan mendoakan beliau. Mengapa? Karena kita semua merasa telah menerima jasa dan? kebaikan beliau. Beliau telah mengajarkan dan memberi teladan kepada kita hidup yang baik. Menunjukkan kepada kita mana yang baik dan mana yang buruk. Yang mestinya menjadi pertanyaan kita saat ini: apakah apabila kita meninggal akan dihauli dan dikenang orang banyak seperti Kiai Akrom ini; ataukah akan segera dilupakan oleh orang???  ??Haul juga mengingatkan kepada kita akan kematian. Bahwa kita semua, tak pandang bulu, bila sudah sampai saatnya pasti dipanggil ke hadirat-Nya. Kita tak tahu kapan ajal kita tiba, tapi kita tahu bahwa itu pasti tiba.??  ??Ada dawuh yang mengatakan, Kafaa bilmauti waa?izhan. Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat. Orang yang tidak mempan dinasihati oleh kematian, jangan harapkan mempan dinasihati oleh lainnya.??  ??Orang yang selalu ingat bahwa dia akan mati, akan bersikap hati-hati. Sebaliknya mereka yang sembrono, yang sombong, yang jahat kepada sesama, biasanya adalah orang-orang yang lupa bahwa mereka akan mati???  ??Tak ada seorang pun yang tahu kapan dan di mana akan mati. Seandainya kita tahu kapan dan di mana kita akan mati, maka kita bisa mempersiapkan diri. Tapi kita tidak tahu. Jadi, mestinya setiap saat kita harus bersiap-siap.??  Kiai Luqni kemudian menguraikan pentingnya mempersiapkan diri menyongsong kematian. ??Mempersiapkan diri menyongsong kematian yang pasti itu, bisa kita lakukan dengan membiasakan perilaku yang baik. Sehingga kapan saja kita dipanggil Tuhan, kita dalam keadaan berperilaku baik. Jangan sampai kita membiasakan perilaku buruk, sehingga dikhawatirkan mati dalam keadaan buruk pula.?? ?  Kiai Luqni pun memberikan contoh-contoh beberapa tokoh yang dikenal dan diketahui hadirin. ??Anda sekalian kenal, bukan, dengan Mbah Asnawi dari K? Kiai yang suka sembahyang itu? Beliau meninggal saat sujud. Alangkah beruntungnya dipanggil Tuhan dalam keadaan sedang bersujud kepada-Nya. Kiai Zaini dari D yang pekerjaannya mengajar para santri, wafat saat sedang mengajar para santrinya.??  ??Sebaliknya, di antara kalian pasti ada yang pernah membaca berita tentang seorang tokoh yang meninggal di sebuah kamar hotel dan ?maaf&#8211;berada di atas seorang wanita nakal. Masya Allah!??  ??Memang, biasanya orang meninggal sesuai kesukaan atau kebiasaan hidupnya. Di tempat saya, ada orang yang suka judi dan mati pada saat berjudi. Ada yang suka minum, mati pada saat minum. Na?udzu billah. Anda sekalian mungkin sudah mendengar berita tentang seorang dosen yang meninggal saat memberi kuliah. Atau tentang penyair yang meninggal pada saat membaca puisi&#8230;??  Kiai Luqni berhenti sebentar, memperbaiki duduknya. Menarik nafas panjang, kemudian, dengan suara melirih, mendesiskan Astaghfirullah??? Dan tak ada lagi kata-kata yang terdengar dari mubalig kondang ini.  Hadirin hanya melihat sosok Kiai Luqni yang duduk lunglai di tempat duduknya di atas panggung. Kepalanya tunduk hingga dagunya menyentuh dada. Suasana menjadi hening. Sampai beberapa orang panitia naik panggung setelah beberapa lama Kiai Luqni tak bersuara dan tak bergerak. Orang-orang pun kemudian melihat mubalig kesayangan mereka itu digotong turun.  Suasana pun berubah gempar. Kiai Luqni wafat. Sesuai ceramahnya, Kiai Luqni wafat pada saat sedang memberi nasihat. Kewafatannya meneguhkan nasihatnya.? ?  Cukuplah kematian sebagai nasihat. **</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=174&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/20/nasihat-kiai-luqni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta GPS wilayah Indonesia (catatan)</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/13/peta-gps-wilayah-indonesia-catatan/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/13/peta-gps-wilayah-indonesia-catatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 11:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngelindur]]></category>
		<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[navigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[&#8211;artikel update : 09 Mei 2010 &#8211; (Testimoni &#38; Special tengkyu untuk TIM Navigasi.Net) Peta GPS wilayah Indonesia v1.72u (topografi map, POI, roadmap, dll &#8230;se-INDONESIA) Release date: 25 April 2010 Kalau anda cukup sering traveling di daerah-daerah di Indonesia, kiranya peta GPS Indonesia ini layak anda gunakan; terus terang saya cukup surprise dengan sangat detilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=167&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8211;artikel update : 09 Mei 2010 &#8211;</p>
<p><span style="color:#808080;">(Testimoni &amp; Special tengkyu untuk TIM Navigasi.Net)</span></p>
<p><span style="color:#800080;">Peta GPS wilayah Indonesia v1.72u<br />
(topografi map, POI, roadmap, dll &#8230;se-INDONESIA)<br />
Release date: 25 April 2010</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#808080;">Kalau anda cukup sering traveling di daerah-daerah di Indonesia, kiranya peta GPS Indonesia ini layak anda gunakan; terus terang saya cukup surprise dengan sangat detilnya informasi yang disediakan oleh peta tersebut dan akurasi yang cukup tinggi,  bahkan untuk lokasi-lokasi yang saya kira tidak akan terpetakan ternyata saya temukan juga di peta tersebut&#8230;.singkat cerita Sipp Joss</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><span style="color:#800080;">Kompatibel dengan</span> :<br />
Garmin (Rino, Nuvi series, Mobile XT, 60CSX, 76CSX, eTrex Vista)</span></p>
<p><span style="color:#800080;">Platform yang saya gunakan :</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#808080;">Windows XP-SP2,</span></li>
<li><span style="color:#808080;">Garmin 76csx,</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#808080;"><span style="color:#800080;">Berikut prosedur instalasi</span> peta pada GPS- Garmin 76csx,</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><span style="color:#800080;"><strong>1.</strong> donlod / instal dulu driver untuk GPS</span> (Garmin 76csx :: USB Drivers software version 2.2.1) di</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#808080;">http://www8.garmin.com/software/USBDrivers_221.exe</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;"><strong>2.</strong> donlod Peta GPS wilayah Indonesia v1.72u ::  [navigasi.net] (</span>_navigasi.net_Free_Indonesia_GPS_Map-v1.72_Garmin-NT_.exe<span style="color:#800080;">) di,</span></p>
<ul>
<li>http://navigasi.net/goptd.php<span style="color:#808080;"> atau</span></li>
<li>http://rs38.rapidshare.com/files/379028279/_navigasi.net_Free_Indonesia_GPS_Map-v1.72_Garmin-NT_.exe</li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;"><strong>3.</strong> donlod / instal Free sendMap20 rev 6.0 for Windows di</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#808080;">http://www.cgpsmapper.com/download/sendmap20.zip</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;"><strong>4.</strong> pastikan</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#808080;">GPS anda sudah dikenali oleh komputer dengan telah menginstal drivernya</span></li>
<li><span style="color:#808080;">Dikomputer anda telah diinstal SendMap</span></li>
<li><span style="color:#808080;">Eksekusi file </span>GPS_Map-v1.72_Garmin-NT_.exe</li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;"><strong>5.</strong>proses export (dari PC ke GPS)<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#808080;">jalankan SendMap,</span></li>
<li><span style="color:#808080;">export file hasil eksekusi [navigasi.net] </span>GPS_Map-v1.72_Garmin-NT_.exe</li>
<li><span style="color:#808080;">pilih map yang anda ingin upload</span></li>
<li><span style="color:#808080;">&#8230;tunggu</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;"><strong>6.</strong>GPS anda telah dapat menggunakan map baru , selamat.</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><span style="color:#800080;">catatan :</span><br />
di rilis ini sudah memuat jembatan SUROMADU lho, jadi klo tracking  dari Surabaya ke Madura sudah nyambung, barang kali ada yang berencana &#8216;toron&#8217;   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><span style="color:#800080;">pernyataan &amp; disclaimer : </span><br />
</span><span style="color:#808080;">File peta GPS wilayah Indonesia yang ada pada situs ini, semata-mata diperuntukkan sebagai bahan referensi tambahan (bukan utama). Penyimpangan posisi maupun kesalahan informasi yang timbul dari peta ini, sangatlah dimungkinkan terjadi. Dengan mendownload file peta pada situs ini anda menyetujui bahwa segala bentuk kerugian, kerusakan maupun kesalahan informasi dari akibat yang ditimbulkan oleh peta ini, bukan menjadi tanggung jawab pengelola maupun si pembuat peta. Semua resiko yang terjadi adalah menjadi tangung-jawab anda sendiri sebagai pengguna.</span></p>
<p>Anda diperbolehkan menggunakan file peta ini, menggandakan dan menyebarluaskannya secara gratis selama anda menyetujui apa yang telah kami utarakan di paragraf pertama. Dilarang keras memperjualbelikan, merubah sebagian dan/atau mengemasnya menjadi produk yang berbeda dari apa yang telah kami sediakan disini, tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik situs navigasi.net<br />
<span style="color:#808080;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=167&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/07/13/peta-gps-wilayah-indonesia-catatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan Sejati</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/06/30/kepemimpinan-sejati/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/06/30/kepemimpinan-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 14:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Emha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Kepemimpinan Sejati (Emha Ainun Nadjib) Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang telah mampu meniadakan dirinya dari dalam diri sendiri, sebagaimana Nabi Muhammad yang telah meniadakan diri sendiri dalam setiap tarikan nafasnya. Dalam diri Muhammad tidak ada lagi Muhammad. Di dalam diri Muhammad yang ada hanyalah dua pihak, Allah dan umat. Ini berarti bahwa seorang Muhammad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=163&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepemimpinan Sejati (Emha Ainun Nadjib)</p>
<p>Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang telah mampu meniadakan dirinya dari dalam diri sendiri, sebagaimana Nabi Muhammad yang telah meniadakan diri sendiri dalam setiap tarikan nafasnya. Dalam diri Muhammad tidak ada lagi Muhammad. Di dalam diri Muhammad yang ada hanyalah dua pihak, Allah dan umat.</p>
<p>Ini berarti bahwa seorang Muhammad tiada lagi pernah sempat untuk memikirkan diri sendiri. Bagi dirinya hidup mulia dan disanjung oleh segenap semesta alam adalah tidak penting dibandingkan dengan urusan Tuhan dan umatnya. Muhammad meniadakan diri, moksa dan meleburkan dirinya dalam cintanya kepada Tuhan dan umatnya.</p>
<p>Di depan Allah, Muhammad tidak pernah meminta dan memikirkan sesuatu kecuali pengampunan serta petunjuk untuk keselamatan setiap umatnya. Dia tiada pernah egois meminta sesuatu untuk dirinya sendiri. Yang selalu menjadikan kegelisahan bagi diri Muhammad adalah bagaimana menjadikan umatnya menjadi manusia-manusia terpilih, sosok-sosok insan kamil yang sanggup menjadi wakil Tuhan, menjadi khalifatullah fil ardzi, menjadi semulia-mulianya makhluk untuk kehidupan dunia dan akhirat.</p>
<p>Di sisi lain ketika Muhammad berhadapan dengan umatnya, adalah risalah dan wahyu ilahi yang diamanatkan kepadanya yang disampaikan. Dia tidak pernah meminta dihormati sebagaimana raja, dia tidak pernah meminta dilayani sebagaimana seorang kaisar, dia tetaplah seorang nabi pembawa petunjuk. Dia memilih untuk menjadi abdan nabiya(nabi yang pengabdi), bukan mulkan nabiya(nabi yang seorang raja). Dia tiada pernah mengambil keuntungan harta dan benda atas status kenabiannya. Sekali lagi dia, Muhammad, meniadakan dirinya sendiri dari dalam dirinya sendiri.</p>
<p>Demikianlah semestinya seorang pemimpin yang amanah. Dia tiada pernah memikirkan suatu cara untuk memperkaya diri sendiri dan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan para kroninya. Di hadapan Tuhan, dia harus berfikir bahwasanya kekuasaan yang diembannya adalah amanat Allah, dia akan tunduk kepada Allah dan menjalankan amanat sesuai aturan yang telah digariskanNya, yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memakmurkan rakyatnya. Di hadapan rakyat, dia akan bersikap arif dan bijaksana, mengerti kesusahan dan penderitaan rakyat, tidak akan bersikap adigang adigung dan adiguna menggunakan kekuasaannya. Dia akan takut melukai dan bahkan menyengsarakan rakyat karena bila ia berbuat demikian, hal itu akan membuat Tuhan marah dan menimpakan azabNya.</p>
<p>Itulah sebenarnya hakikat dari konsep manunggaling kawula lan Gusti. Demikianlah sebagian uraian hikmah yang disampaikan oleh Budayawan Muhammad Ainun Nadjib dalam acara Reflesi 20 Tahun Universitas Paramadina Jakarta yang mengambil tema &#8220;Revolusi Akal Sehat, Merawat Kewarasan Ruang Publik&#8221;</p>
<p>Di sisi lain, tujuan pendirian Paramadina oleh Cak Nur merupakan pembentukan suatu , lembaga pemikiran sebagai wahana dan instrumen dalam rangka mewujudkan ide, gagasan dan konsep masyarakat madani. Masyarakat madani merupakan konsep masyarakat yang diterapkan oleh Baginda Nabi dalam mengatur tata pemerintahan Madinah dengan segala pluralitas masyarakatnya. Diharapkan oleh Cak Nur, hadirnya Paramadina bisa senantiasi menjadi oase bagi setiap komponen masyarakat dan bangsa Indonesia yang serba plural dan majemuk untuk secara damai berdampingan bersama, bersatu padu dalam mewujudkan negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur&#8230;.Amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=163&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/06/30/kepemimpinan-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panduan Belanja Produk IT</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/panduan-belanja-produk-it/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/panduan-belanja-produk-it/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 03:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngelindur]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[pricelist]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Panduan Belanja ini memuat referensi daftar harga dari beberapa produk IT dari beberapa sumber berikut, daftar harga resmi tentunya tetap harus ditanyakan langsung kepada masing-masing produsen (ya sekedar supaya ndak &#8216;keblobok&#8217; &#8230;uda beli ternyata kemahalan) List Price beberapa Produk IT (sori klo nulisnya ndak urut) IBM, www.peppm.org/Products/ibm/price.pdf Cisco, www.peppm.org/Products/cisco/price.pdf Juniper, www.peppm.org/Products/juniper/price.pdf SUN, www.peppm.org/Products/sunmicro/price.pdf HP Computer, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=149&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panduan Belanja ini memuat referensi daftar harga dari beberapa produk IT dari beberapa sumber berikut, daftar harga resmi tentunya tetap harus ditanyakan langsung kepada masing-masing produsen <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(ya sekedar supaya ndak &#8216;keblobok&#8217; &#8230;uda beli ternyata kemahalan)</p>
<p>List Price beberapa Produk IT (sori klo nulisnya ndak urut)</p>
<ul>
<li>IBM, <cite>www.peppm.org/Products/ibm/price.pdf</cite></li>
<li>Cisco, <cite>www.peppm.org/Products/cisco/price.pdf</cite></li>
<li>Juniper, <cite>www.peppm.org/Products/juniper/price.pdf</cite></li>
<li>SUN, <cite>www.peppm.org/Products/sunmicro/price.pdf</cite></li>
<li>HP Computer, <cite>www.peppm.org/Products/hpcomputers/order.pdf , </cite><cite>www.peppm.org/Products/hpcomputers/ca/price.pdf </cite></li>
<li>SONY Consumer, <cite>www.peppm.org/Products/sonyconsumer/price.pdf </cite></li>
<li>ACER, <cite>www.peppm.org/Products/acer/price.pdf </cite></li>
<li>Oracle,  http://www.oracle.com/corporate/pricing/pricelists.html</li>
<li>EMC Hardware, <cite>www.peppm.org/Products/emchardware/price.pdf</cite></li>
<li>EMC Softrware, <cite>www.peppm.org/Products/emcsoftware/price.pdf</cite></li>
<li>Hitachi, <cite>www.peppm.org/Products/hitachiamerica/ca/price.pdf </cite></li>
<li>Hitachi Software, <cite>www.peppm.org/Products/hitachisoftware/price.pdf </cite></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=149&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/panduan-belanja-produk-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru HAMPIR barengan</title>
		<link>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/tahun-baru-hampir-barengan/</link>
		<comments>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/tahun-baru-hampir-barengan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 02:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariyabayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngelindur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariyabayu.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[1430 H dan 2009 M 1 Suro 1430 = 29 Des 2008 1 Jan 2009 = 3 Suro 1430 fenomena berikutnya pas tahun baru terjadi gerhana matahari (cincin)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=136&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1430 H dan 2009 M</p>
<p>1 Suro 1430 = 29 Des 2008</p>
<p>1 Jan 2009 = 3 Suro 1430</p>
<p>fenomena berikutnya pas tahun baru terjadi gerhana matahari (cincin)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariyabayu.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariyabayu.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariyabayu.wordpress.com&amp;blog=644634&amp;post=136&amp;subd=ariyabayu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariyabayu.wordpress.com/2009/03/05/tahun-baru-hampir-barengan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ariyabayu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
